Selalu rindu suasana rumah, berkumpul bersama keluarga adalah hal yang sangat jarang yang aku alami. Aku ingin selayaknya anak usia sekolah lainnya yang berangkat sekolah pada pagi hari dengan senyuman dari orang tua tapi,itu tsdak akan mungkin terjadi. Dari SMP samapai saat ini di usia sekolah SMA aku harus merasakan suka dan dukanya hidup di asrama bersama dengan teman-teman yang lain. Tapi, inilah aku Mega Syamsurya anak bungsu dari dua bersaudara dan banyak nama yang biasa orang panggilkan padaku. Suka dan duka hidup di sekolah dengan lingkungan asrama sebagi tempat tinggal membuatku harus mandiri dan tabah serta sabar dalam menghadapi semua tantangan yang ada dalam hidup, termasuk duka jauh dari sahabat baik demi kebahagian seorang sahabat yang ujungnya sungguh sangat menyakitkan.
“Anggy…………..!!!” Panggilku pada seorang sahabat terdekatku dari luar asrama, kupanggil berulang kali karena waktu sudah menunjjukkan jam 03:40 a.m. itu berarti bimbingan sore ini akan segera dimulai. Tak lama setelah itu Anggy keluar
dengan beberapa buku matematika di tangannya, itu karena bimbingan hari ini adalah matematika. Bimbingan yang cukup menyenagkan, dan yang memgajar adalah salah satu guru favoritku di sekolah SMP yang sangat aku banggakan. Kami di tugaskan mengerjakan tugas yang ada pada buku detik-detik ujian nasional SMP dan tidak lama lagi aku akan meninggalkan sekolah SMP tercintaku ini, tapi saat guruku mulai mengecek kehadiran siswa yang hadir dua diantara teman laki-lakiku Haris dan Fathur ternyata belum hadir dan saat guruku menanyai temanku Akbar yang merupakan salah satu teman akrab dari Fathur dan Haris dan kata Akbar Haris dan Fathur masih tidur. Akbarpun di perintahkan untuk memanggilkan mereka berdua. Setelah mereka datang kami satu kelas tertawa karena mereka datang dan belum cuci muka.
Tidak lama setelah itu teman sebangkuku Mira memberiku kertas yang katanya dari Anggy. Dan di kertas itu Anggy memintaku untuk tinggal di kelas setelah jam pelajaran usai, tak seperti biasanya Anggy memintaku untuk tinggal di ruang kelas setelah jam pelajaran usai dan itu membuat jam pelajaran menjadi begitu sangat lama karena, pesan dari Anggy membuatku menjadi sangat penasaran karena hal ini tidak terjadi seperti biasanya. Jam pelajaranpun usai dan itu membuatku sedikit lega.
Setelah guruku keluar dari ruangan dan beberapa tamanku juga sudah keluar akupun menghampiri tempat duduk Anggy dan mambantunya merapikan beberapa bukunnya yang masih berantakan. Setelah selesai merapikan bukunya Anggy
mulai bicara dan akupun duduk di lantai dan mulai mendengarnya bicara, dan tak pernah tarpikir dalam benakku bahwa yang Anggy bicarakan adalah antara aku dan Lutfhi seorang sahabat laki-lakiku dulu. Mungkin orang banyak yang berpikir apa maksud dari sahabat dulu, ini hanyalah masalah kecemburuan saja antara kedekatanku dengan sahabatku itu Lutfhi tapi, menurutku itu hal yang wajar saja karena aku dan Lutfi sudah kenal dan akrab saat pertama masuk di SMP sampai kelas dua SMP semester dua. Karena saat itu awal Anggy sahabat terdekatku mulai memiliki rasa sayang ke sahabatku Lutfhi dan sebagai sahabat yang baik akupun membantu hubungan mereka hingga akhirnya Anggy jadian sama Lutfhi dan mulai saat itu kedekatanku dan Lutfhi mulai renggang hingga suatu hari saat sudah menginjjakkan kaki di kelas tiga SMP Anggy memintaku untuk jauh dari Lutfhi dan aku menghargainya dan mulai saat itu aku dan Lutfhi manjadi sangat jarang bicara hingga akhirnnya tidak sama sekali dalam beberapa minggu.
Banyak orang bertanya-tanya dengan apa yang terjadi antara aku dan Lutfhi hingga akhirnya kami tidak saling bicara. Dan entah apa yang membuat Anggy mengizinkanaku kembali bicara sama Lutfhi hingga aku dan Lutfhi sering bicara lagi meski tidak seakrab dulu lagi.
Dan tidak kusangka saat itu Anggy mengatakan hal terburuk yang dia katakan dalam hidupnya. Anggy bilang dari awal jam pelajaran bimbingan di mulai sampai selesai Lutfhi selalu saja memandangiku tanpa aku sadari tapi, hal itu tak mungkin terjadi karena, antar aku dan Lutfhi tidak ada hubungan apa-apa dan mungkin saja yang Anggy liat hanya kebetulan saja saat dia melihat Lutfhi, Lutfhi malah meliha kepadaku.
Anggy terus mengataka hal-hal bodoh dari mulutnya, Anggy mulai mengacau dan aku terus berusaha membutnya tenag dan menyakinkannya bahwa antar aku dan Lutfhi tidak ada hubungan apa-apa dan tidak mungkin Lutfhi suka sama aku karena, kami akrab hanya sebatas sahabat yang tidak akan lebih.
Anggy mulai meronta dan meneteskan air matanya dan kuhanya terus mayakinkanya hingga akhirnya Lutfhi masuk kedalam kelas dan mendapati Anggy menangis dan aku yan duduk tersengkur pada lantai dengan mata yang berkaca-kaca. Dan saat Lutfhi mulai bartanya apa yang sedang terjadi akupun lari keluar kelas dan menuju asrama dengan air mata yang tidak bisa tertahankan lagi.
Sampai di asrama aku tidak tahu harus bagaimana dan terus berfikir apa yang sekarang Anggy katakan pada Lutfhi di kelas, air mataku mulai berjatuhan dan beberapa teman dan juniorku mulai bertanya apa yang sedang terhjadi dan apa yang membuatku menangis dan hal itu membuatku tambah pusing, hingga akhirnya aku putuskan untuk ke WC agar bisa menangis dengan puas dan tak ada lagi yang bisa menanyaiku tentang apa yang sedang terjadi.
Kunyalakan keran air dan kududuk di lantai WC dan sandar di dindingnya, aku tidak peduli pakainanku basah yang ada dalam pikiranku hanyalah bagaiiman caraku meyakinkan Anggy. Tidak lama saat aku mengis di WC kudengar Anggy datang dan memanggil namaku tapi, aku tidak menjawab. Anggy mulai bertanya pada beberapa temanku di mana keberadaanku hingga akhirnya kudengar salah seorang juniorku berkata padanya bahwa aku berda di dalam WC. Anggy kemudian datang dan mulai memgedor-gedor pintu WC dan aku tidak bisa membukanya karena aku tidak mampu melihat mukanya.
Anngy tidak menyerah dia melakukan berbagai cara dan aku mulai kebigungan karena saat itu juga darah mimisan dari hidungku mulai keluar. Aku mencoba membersihkannya dengan air tapi, darahnya masih saja terus keluar. Anggy mulai memberonta memaksaku membuka pintu WC hingga akhirnya beberapa temanku datang dan memintaku membuka pintu WC. Kudengar suara temanku dari luar dan suara tangisan Anggy yang mulai terdengar dengan sagat jelas dan suara panggilannya yang dari tadi kuhirauakan begitu saja.
Kubersihkan lagi darah yang terus keluar dari hidungku dan setelah cukup bersih kubuka pintu WC dalam keadaan menagis tersedu dan pakain serta tubuhklu basah semua. Saat kubuka pintu kudapati babarapa temanku berdiri di depan pintu dan tak lupu dari pandanganku wajah cantik sahabatku Anggy dengan air mata yang terurai di pipinya. Tak sempat kuberkata apa-apa Anggy sudah memeluk erat tubuhku dan terdengar jalas dari mulutnya permintaan maaf darinya untukku dan aku juga minta maaf padanya.
Hingga akhirnya temanku Suci menyadari bahwa darah mulai lagi keluar dari hidungku, Anggypun membawaku kekamar dan mulai membersihakan darah yang terus keluar dari hidungku anggy juga mengeringakan tubuhku yang mulai kedinginan degan handuk. Saat itu kuminta temanku dan juniorku keluar dari kamar karena, aku ingin berdua saja dengan Anngy. Serempak semua keluar dan hanya da aku dan Anggy di dalam kamar.
Anggy masih sibuk megurus hidungku yang terus mengeluarkan darah hingga akhirnya kuambil obatku dan meminumnya dan menyumbat hidungku dengan tissue. Kumulai pembicaraan dengan meminta maaf dan Anggy kembali menagis dan meminta maaf juga. Kuterus mencoba meyakinkanya bahwa antara aku dan Lutfhi tidak ada yang sedang terjadi. Hingga akhirnya Anggy mulai yakin dan kuputuskan untuk tidak bicara pada Lutfhi meski Anggy melarangku.
Adzan magrib terdengar dan aku memutuskan untuk salat di asrama karena kepalaku masih sangat sakit akibat mimisan, kuminta Anggy untuk berganti pakaian karena pakaiannya basah karena pelukanku dan akupun diminta oleh Anggy untuk berganti pakaian. Setelah berganti pakaian aku dan Anggy salat bersama di dalam kamar.
Semenjak kejadian itu aku dan Anggy semakin dekat dan hubunganku dan Lutfhi sudah sangat rengga hingga aku dan Lutfhi tidak pernah lagi bicara dalam waktu kurang lebih 4 bulan. Awal aku mulai bicara dengan Lutfhi adala saat aku di pastikan lulus di sekolah SMA ku saat ini. Lutfhi menghubungiku melalui telepon dan mengigatkanku akan cita-cita kami untuk tetap bersekolah pada sekolah SMA yang sama yakni di SMA Malino. Tapi, semua telah terjadi kini aku, Anggy dan Lutfhi semua beda sekolah dan menurut kabar yang aku dengar dari Lutfhi dia dan Anggy sudah putus.Aku merindukan kenangan bersama mereka,bersama dua sahabat terbaik dalam hidupku.
Tempat untuk para pencari referensi tugas sekolah, tips dan trick komputer, blog, kumpulan soal, dan ebook
(Cerpen) Mimpi Terindah
Pergerakan matahari yang menuju ke barat seakan-seakan perubahan sore menjadi lebih gelap lagi membuatku bersiap pulang ke rumah.
“ sob hari rabu kita latihan lagi yah, " kataku kepada teman sebelum berpisah.
“ yah, tapi kamu jemput aku yah, di tempat biasa,” jawab temanku.
Ku anggukan kepalaku menanndakan bahwa iya. Langsung saja ku pacu motorku dari tempat latihanku yang jaraknya cukup jauh dari rumahku sekitar 14 Km. Di perjalanan kupacu motorku dengan kencang sambil berkhayal-khayal “ kpan ya, saya bisa menjadi pemain tenis meja Nasional dan bisa menjadi juara dunia, kalau saya jadi juara dunia pasti banyak wanita yang meenggodaku”. Hahahaha. Tidak terasa saya sampai di depan rumah. Kumasukan motorku kedalm garasi dan menuju kamar mandi untuk bersih-bersih.
“ ukh, segar, segar, segarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr, “ ucapku setelah mandi sambil kukeringkan badanku. Setelah badanku sudah bersih dan kering, langsung saja kupakai pakaian yang bersih juga dan menutupi aurat untuk menyembah sang Pencipta alam dan seisinya.
Waktu menunjukan pukul 20:00 WITA berart saatnya nonton film ............ film ini menceritakan tentang percintaan. Saya menghayati banget itu film, saat filmnya mencapai klimaksnya tiba-tiba saya terkagetkan oleh suara mamaku.
“saiful, saiful, pul, pul” panggil mama
“ iya maa ? “ jawabku.
“ sudah-sudah nontonnya nak, lebih baik kamu belajar daripada nonton film yang tidak bermanfaat, sebentar lagi kamu mau menghadapi ULANGAN SEMESTER, apa yang mau kamu jawab kalau kamu tidak belajar ?” ucap mama
“ iya maa, ipul udah berhenti nontonnya”, kataku, dengan berat hati saya matikan TV dan menuju ke kamar untuk belajar.
Jam dinding menunjukan pukul 22:15, ku buka buku MTK dan kukerjakan juga soal-soal, sambil kukerjakan soal MTK say juga berkhayal lagi. Di luar rumah terdengar suara merdu anjing yang menggonggong dan kelompok paduan suara Kodok cs. Belum sempat selesai saya kerja soal MTK mataku terpejam dan tertidur. Dibawah alam kesadaranku, khayalan yang selalu saya bayangkan membawa saya dalam dunia mimpi. Saya menjadi pemain Nasional dan berlaga di tingkat Internasional. Pada pertandingan pertama saya melawan Jerman. Ukh, tidak menunngu waktu lama saya kalahkan dengan skor 3-0.
“ selamat ipul, kamu berhasil dipertandingan pertamamu,” ucap pelatihku
“ makasih pak, tapi pada kejuaraan ini saya targetkan mebawa pulan emas ke kampung halaman,” jawabku.
“ harus itu nak, pertandingan berikutnya kamu harus lebih berhati-hati, karena lawan yang akan kamu hadapi yaitu korea yang juga merupakan unggulan juara ,” kata pelatihku sambil memegang kepalaku.
“ siap pak,” jawabku dengan suara tegas.
Pertandingan ke 2 pun tiba. Saya memasuki lapangan dan saling bertatapan muka serta memperlihatkan ketampananku kepada lawanku. Set pertama saya kalah karena saya tegang. Pelatihku memarahiku, tapi saya cuekin aja. Set ke-2 berjalan. Dengan semangat yang membara, set ke-2, ke-3 dan ke-4 saya hantam lawanku dengan pukulan khasku.
“ yeah, ku berhasil mengalahkannya ,“ ucapku
“ ya nak, tapi masih ada satu pertandingan lagi, yaitu kamu berhapan dengan Cina, lawan yang paling sulit dikalahkan, kamu istirahat dulu siapkan tenagamu untuk partai fianl besok” kata pelatihku.
Saya langsung saja pergi istirahat di kamar sambil mengyalkan perempuan disampingku memberikan kenikmatan.
Keesokan harinya, partai final pun tiba. Sebelum masuk kelapangan saya berdoa terlebih dahulu. Saya memasuki lapangan seperti kemarin saling bertatap muka dengan lawanku, ternyata lawanku adalah Wang Liqin yang merupakan pemain peringkat 1 dunia dan juga merupakan pemain idolaku. Tapi itu buakan berarti saya mengendorkan semangatku, bahkan saya lebih semangat untuk melawannya. Set pertama di mulai, saya mengimbangi permainan Wang, tapi dia lebih cerdik sehinnga dia merebut set pertama. Set ke-2 dimulai, permainanku kacau balau, point yang kubuat cuman 3. Pelatihku marah besar, ditambah teriakan penonton. Hatiku berbicara “ ayo ipul, kamu tidak boleh kalah sama pemain yang kamu idolakan, tunjukan kamu bisa,”.
Set ke-3 dimulai, saya bermain tanpa beban, saya sudah pandai membaca permainan Wang, setiap pukulnnya saya patahkan dengan mudah. Set ke-3 saya menang.begitupun pada set ke-4. Penentuan dilakukan dengan Rubber set, pada set ini saya menegeluarkan semua tenaga yang masih ada begitupun dengan Wang. Kami saling bergantian memimpin angka. .pada set ini 1 bola sangat mahal karena hanya kesalahan sedikit saja, kita bisa kalah. Saya bermain dengan sangat hati-hati. Karena ketenanganku bermian, akhirnya saya dapat mengalahkan juara dunia sekaligus pemain idolaku.
“ yeah, makasih banyak yan Allah, akhirnya saya daot mengalahkan peringkat 1 dunia sekaligus pemain idolaku, alhamdulillah’ ucapku dengan suara tangisan kebahagiaan sambil sujud syukur kepada Allah SWT.
Pelatihku langsung saja masuk kelapangan dan memelukku dan berkata “ kamu telah berhasil nak, tapi ini belum seberapa, ini baru permulaan,”. Penyerahan tropi pun tiba, umtuk pertama kalinya saya mengankat tropy dan menngigit medali yang diberikan kepadaku.
Setelah penerimaan trophy saya beserta rombongan kembali ke tempat penginapan. Saya langsung saja masuk kekamar dan membuka baju, kemudian menuju kamara mandi tuk bersih-bersih. Kami sempat berpesta-pesta untuk merayakan kemenanganku, begitu banyak wanita-wanita cantik yang menggodaku, tapi cuman satu yang membuatku jatuh hati, dia sangat cantik. Setelah saya berkenalan dia mangajakku ke kamar kosong, saya mengikutinya saja. Dia membaringkanku di kasur yang empuk, belum sempat saya menikmatinya tiba-tiba mamaku datng mebangunkanku dari mimpi yang indah.
“ pul, ipul bangun, udah subuh ni”
“ akh, udah subuh ma.” Jawabku dengan rasa yang kaget.” Perasaan tadi saya jadi juara dunia, ko bisa begini, ooo, ternyat itu tadu cuman mimpi yah, akh”.
Jam menunjukan pukul 05:00 WITA saya bangun dan siap-saip tuk shalat subuh....
“ sob hari rabu kita latihan lagi yah, " kataku kepada teman sebelum berpisah.
“ yah, tapi kamu jemput aku yah, di tempat biasa,” jawab temanku.
Ku anggukan kepalaku menanndakan bahwa iya. Langsung saja ku pacu motorku dari tempat latihanku yang jaraknya cukup jauh dari rumahku sekitar 14 Km. Di perjalanan kupacu motorku dengan kencang sambil berkhayal-khayal “ kpan ya, saya bisa menjadi pemain tenis meja Nasional dan bisa menjadi juara dunia, kalau saya jadi juara dunia pasti banyak wanita yang meenggodaku”. Hahahaha. Tidak terasa saya sampai di depan rumah. Kumasukan motorku kedalm garasi dan menuju kamar mandi untuk bersih-bersih.
“ ukh, segar, segar, segarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr, “ ucapku setelah mandi sambil kukeringkan badanku. Setelah badanku sudah bersih dan kering, langsung saja kupakai pakaian yang bersih juga dan menutupi aurat untuk menyembah sang Pencipta alam dan seisinya.
Waktu menunjukan pukul 20:00 WITA berart saatnya nonton film ............ film ini menceritakan tentang percintaan. Saya menghayati banget itu film, saat filmnya mencapai klimaksnya tiba-tiba saya terkagetkan oleh suara mamaku.
“saiful, saiful, pul, pul” panggil mama
“ iya maa ? “ jawabku.
“ sudah-sudah nontonnya nak, lebih baik kamu belajar daripada nonton film yang tidak bermanfaat, sebentar lagi kamu mau menghadapi ULANGAN SEMESTER, apa yang mau kamu jawab kalau kamu tidak belajar ?” ucap mama
“ iya maa, ipul udah berhenti nontonnya”, kataku, dengan berat hati saya matikan TV dan menuju ke kamar untuk belajar.
Jam dinding menunjukan pukul 22:15, ku buka buku MTK dan kukerjakan juga soal-soal, sambil kukerjakan soal MTK say juga berkhayal lagi. Di luar rumah terdengar suara merdu anjing yang menggonggong dan kelompok paduan suara Kodok cs. Belum sempat selesai saya kerja soal MTK mataku terpejam dan tertidur. Dibawah alam kesadaranku, khayalan yang selalu saya bayangkan membawa saya dalam dunia mimpi. Saya menjadi pemain Nasional dan berlaga di tingkat Internasional. Pada pertandingan pertama saya melawan Jerman. Ukh, tidak menunngu waktu lama saya kalahkan dengan skor 3-0.
“ selamat ipul, kamu berhasil dipertandingan pertamamu,” ucap pelatihku
“ makasih pak, tapi pada kejuaraan ini saya targetkan mebawa pulan emas ke kampung halaman,” jawabku.
“ harus itu nak, pertandingan berikutnya kamu harus lebih berhati-hati, karena lawan yang akan kamu hadapi yaitu korea yang juga merupakan unggulan juara ,” kata pelatihku sambil memegang kepalaku.
“ siap pak,” jawabku dengan suara tegas.
Pertandingan ke 2 pun tiba. Saya memasuki lapangan dan saling bertatapan muka serta memperlihatkan ketampananku kepada lawanku. Set pertama saya kalah karena saya tegang. Pelatihku memarahiku, tapi saya cuekin aja. Set ke-2 berjalan. Dengan semangat yang membara, set ke-2, ke-3 dan ke-4 saya hantam lawanku dengan pukulan khasku.
“ yeah, ku berhasil mengalahkannya ,“ ucapku
“ ya nak, tapi masih ada satu pertandingan lagi, yaitu kamu berhapan dengan Cina, lawan yang paling sulit dikalahkan, kamu istirahat dulu siapkan tenagamu untuk partai fianl besok” kata pelatihku.
Saya langsung saja pergi istirahat di kamar sambil mengyalkan perempuan disampingku memberikan kenikmatan.
Keesokan harinya, partai final pun tiba. Sebelum masuk kelapangan saya berdoa terlebih dahulu. Saya memasuki lapangan seperti kemarin saling bertatap muka dengan lawanku, ternyata lawanku adalah Wang Liqin yang merupakan pemain peringkat 1 dunia dan juga merupakan pemain idolaku. Tapi itu buakan berarti saya mengendorkan semangatku, bahkan saya lebih semangat untuk melawannya. Set pertama di mulai, saya mengimbangi permainan Wang, tapi dia lebih cerdik sehinnga dia merebut set pertama. Set ke-2 dimulai, permainanku kacau balau, point yang kubuat cuman 3. Pelatihku marah besar, ditambah teriakan penonton. Hatiku berbicara “ ayo ipul, kamu tidak boleh kalah sama pemain yang kamu idolakan, tunjukan kamu bisa,”.
Set ke-3 dimulai, saya bermain tanpa beban, saya sudah pandai membaca permainan Wang, setiap pukulnnya saya patahkan dengan mudah. Set ke-3 saya menang.begitupun pada set ke-4. Penentuan dilakukan dengan Rubber set, pada set ini saya menegeluarkan semua tenaga yang masih ada begitupun dengan Wang. Kami saling bergantian memimpin angka. .pada set ini 1 bola sangat mahal karena hanya kesalahan sedikit saja, kita bisa kalah. Saya bermain dengan sangat hati-hati. Karena ketenanganku bermian, akhirnya saya dapat mengalahkan juara dunia sekaligus pemain idolaku.
“ yeah, makasih banyak yan Allah, akhirnya saya daot mengalahkan peringkat 1 dunia sekaligus pemain idolaku, alhamdulillah’ ucapku dengan suara tangisan kebahagiaan sambil sujud syukur kepada Allah SWT.
Pelatihku langsung saja masuk kelapangan dan memelukku dan berkata “ kamu telah berhasil nak, tapi ini belum seberapa, ini baru permulaan,”. Penyerahan tropi pun tiba, umtuk pertama kalinya saya mengankat tropy dan menngigit medali yang diberikan kepadaku.
Setelah penerimaan trophy saya beserta rombongan kembali ke tempat penginapan. Saya langsung saja masuk kekamar dan membuka baju, kemudian menuju kamara mandi tuk bersih-bersih. Kami sempat berpesta-pesta untuk merayakan kemenanganku, begitu banyak wanita-wanita cantik yang menggodaku, tapi cuman satu yang membuatku jatuh hati, dia sangat cantik. Setelah saya berkenalan dia mangajakku ke kamar kosong, saya mengikutinya saja. Dia membaringkanku di kasur yang empuk, belum sempat saya menikmatinya tiba-tiba mamaku datng mebangunkanku dari mimpi yang indah.
“ pul, ipul bangun, udah subuh ni”
“ akh, udah subuh ma.” Jawabku dengan rasa yang kaget.” Perasaan tadi saya jadi juara dunia, ko bisa begini, ooo, ternyat itu tadu cuman mimpi yah, akh”.
Jam menunjukan pukul 05:00 WITA saya bangun dan siap-saip tuk shalat subuh....
(Cerpen) Aku Juga Manusia Biasa
Di suatu fajar, aku terbangun oleh suara kakak dan adikku, yang sedang bertengkar dan saat ku dengar adikku mengatakan “kembalikan” aku tahu itu adalah repot tv yang diperebutkan mereka, aku ingat ini hari minggu dan aku punya janji dengan nia, seorang sahabatku.
Namanya tak seindah kisah hidupnya ibunya gila, ayahnya sakit-sakittan hingga hanya untuk berdiripun ia sulit, apalagi neneknya yang sudah termakan oleh waktu dan hanya dapat bersandar di jendela rumahnya, saat itu umurku 10 tahun dan aku duduk di kelas 5 SD, dia kakak kelasku rumahnya berada dipinggir jalan depan rumah, ia tulang punggung keluarganya.
Waktu menujukkan pukul tujuh tiga puluh, dan kupikir aku punya waktu 30 dari sekarang untuk mempersiapakan yang akan kugunakan nanti, nia berniat mengajakku menanam di sawah, jangan pernah berpikir kalau itu sawahnya karna iapun hanya di bayar untuk menanam padi di sawah itu.
“pergi mka nahh” tanyaku pada seorang tanteku yang sedang sibuk menyiapakan sarapan pagi.
“ndaak sarapan dulu” tanyannya padaku
“ahh ndaak masih kenyang” jawabku walaupun saat itu perutku belum terisi apapun hanya segelas air putih yang kuminum tadi pagi, entah mengapa aku begitu bersemangat hari ini tapi aku tahu satu hal yang membuatku bersemangat untuk hari ini, aku kan belajar hal yang baru sesuatu yang belum pernah aku lakukan, yang mungkin takkan kudapat di sekolah.
Tepat seperti dugaanku nia sudah siap menugguku di kolong rumahnya sambil mengendong aniknya yang terkecil.
“yakin mau ikut”
Aku tak menjawabnya tatapan dari mataku cukup untuk membuatnya yakin kalau aku ingin ikut bersamanya hari ini.
Kami tak berbicara sepangjang perjalanan, aku lebih suka mengamati apa yang ia lakukan, sesekali ia berbalik padaku menatapku dengan senyumnya, aku tahu di balik senyumnya itu ada hati yang sedang teraniaya tercabikca-cabik oleh waktu,
ia sering bersandar di bahuku sambil menagis dan bertanya mengapa tuhan tak adil padanya, aku tak menjawab apapun hanya membiarkannya menangis dan kalupun ia memintaku menjawab pertanyaanya aku tak mampu menjawab apapun, kami berjalan di jalan sepetak pinggir sawah sambil memegangi sandal yang kami gunakan,
kata nia melepas sandal saat bejalan di pinggiran sawah itu membantunya, dan itupun sepertinya ia terapkan padaku.
Setelah berjalan kurang lebih 20 menit kami sampai, dan saat sampai aku tahu tidak hanya nia yang akan menanami sawah itu , tetapi juga 5 0rang pria dan wanita yang lebih besar daripada kami, mereka mulai turun menanam di sawah dan saat mereka melakukan itu aku hanya menatapnya dari sebuah tempat yang tak jauh dari mereka, aku tak tahu tempat ini apa yang kutahu disini suasanannya sejuk banyak pohon-pohon besar dan tempat ini adalah tempat mereka beristirahat.
Saat nia mulai menanam aku memperhatikan dengan sangat baik, apa yang ia lakukan, tangan kecil itu Nampak tak malu untuk bersenggolan dengan tanah tak peduli seberapa kotor air itu, ia Nampak mahir melakukannya layaknya seorang pianis yang sedang sedang memainkan pianonya, dan saat waktu menujukkan pukul 12 matahari mulai tidak bersahabat tapi ia tetap saja menanam sesekali kulihat tangannya menghapus keringat yang becucuran dari dahinya.beberapa kali kudapati ia nampak menengok kearahku memastikan keadaankku. Dan tak lama setelah itu mereka mulai isrirahat kulihat sawah yng tadinya kecoklatan kini hijau dengan batang –batang padi kecil, kulihat kaki nia di penuhi dengan lumpur tangannyapun begitu, ia memcucinya kemudian duduk di sampingku.
“kau baik-baik sajakan”
“ahh ia pasti” heran aku masih sempat dia menanyakan keadaanku malah aku yang mau bertanya padan, akukan hanya duduk saja melihatnya bekerja, tapi sebelum sempat ia tanyakan tetesan keringat yang jatuh dari dahinya menjawab pertanyaanku.
Kali ini seperti biasa kami tak berbicara banyak, kini kulihat ia mendapatkan upah atas pekerjaannya tadi, Kupikir berapa yang akan di bayarkan atas pekerjaanya itu lembaran uang seribu sebanyak lima lembar, percayalah itu takkan cukup untuk sebuah keluarga, tapi sepertinya ia ikhlas.
Kami berjalan pulang menuju rumahnya, ia nampak bahagia mendapat uang 5000 itu, di rumahnya hanya terdapat sebuah tempat tidur besi yang menurutnya adalah peniggalan dari kakeknya, ranjang itu tidak lebih baik dari sebuah tempat tidur seharga 100.000an iatidur bersama kedua adiknya di ranjang itu ibunya tidur di dapur, ayahnya bahkan tidur di rung tamu satu-satunya yang memisahkan antara dapur temapt tidur dan ruang keluarganya adalah triplek berlubang yang sudah dimakan oleh rayap.
Sesampainya di rumah ia tidak langsung istirahat ia melakukan semua pekerjaan rumah, mulai dari mencuci, memasak, membereskan rumah semua ia lakukan seorang diri, aku kurang tahu sejak kapan kapan ibunya gila tapi yang kutahu ibu itu telah gila semenjak aku tinggal pindah disini yahh,, kurang lebih 6 tahun yang lalu.
Saat semuanya telah selesai waktu munujukkan pukul 4.30 yahh…. 30 menit lagi aku harus berada dirumah, nia bersandar dibahuku kembali menangis seperti yang dilakukannya beberapa waktu yang lalu, ia berkata padaku “ aku tak pernah minta untuk dilahirkan oleh seorang ibu yang gila, ayah yang cacat, atau seorang nenek yang tak dapat kuandalakan aku manusia indri aku mau seperti mereka” aku tidak mencoba memarahinya akan hal yang baru ia ucapkan tadi aku mencoba memahami perasaannya.
Yahh di juga munusia biasa dia anak kecil sepertiku membutuhkan waktu untuk bermain bersama bersama temanya, bukan ekonomi keluarga yang harus ia pikirkan, tapi saat waktu tidak memberinya kesempatan…
Setamat SD aku tak pernah melihat nia lagi hingga sekarang, kupikir ia melajutkannya pendidikanya karna ia ingin jadi seorang menteri keuagan tapi ternyata tidak dia diambil oleh tantenya bekerja di makassar pekerjaan aku juga tak tahu, aku hanya mendengar dari obrolan para ibu-ibu tetanggaku
Aku berharap suatu saat nanti dapat bertemu kembali dengannya dan menjawab pertanyaanya yang tak pernah ku jawab dulu “ mengapa tuhan tak adil” karna kupikir tuhan percaya kalau ia nia mampu mengahadi emua ini…;-)
Namanya tak seindah kisah hidupnya ibunya gila, ayahnya sakit-sakittan hingga hanya untuk berdiripun ia sulit, apalagi neneknya yang sudah termakan oleh waktu dan hanya dapat bersandar di jendela rumahnya, saat itu umurku 10 tahun dan aku duduk di kelas 5 SD, dia kakak kelasku rumahnya berada dipinggir jalan depan rumah, ia tulang punggung keluarganya.
Waktu menujukkan pukul tujuh tiga puluh, dan kupikir aku punya waktu 30 dari sekarang untuk mempersiapakan yang akan kugunakan nanti, nia berniat mengajakku menanam di sawah, jangan pernah berpikir kalau itu sawahnya karna iapun hanya di bayar untuk menanam padi di sawah itu.
“pergi mka nahh” tanyaku pada seorang tanteku yang sedang sibuk menyiapakan sarapan pagi.
“ndaak sarapan dulu” tanyannya padaku
“ahh ndaak masih kenyang” jawabku walaupun saat itu perutku belum terisi apapun hanya segelas air putih yang kuminum tadi pagi, entah mengapa aku begitu bersemangat hari ini tapi aku tahu satu hal yang membuatku bersemangat untuk hari ini, aku kan belajar hal yang baru sesuatu yang belum pernah aku lakukan, yang mungkin takkan kudapat di sekolah.
Tepat seperti dugaanku nia sudah siap menugguku di kolong rumahnya sambil mengendong aniknya yang terkecil.
“yakin mau ikut”
Aku tak menjawabnya tatapan dari mataku cukup untuk membuatnya yakin kalau aku ingin ikut bersamanya hari ini.
Kami tak berbicara sepangjang perjalanan, aku lebih suka mengamati apa yang ia lakukan, sesekali ia berbalik padaku menatapku dengan senyumnya, aku tahu di balik senyumnya itu ada hati yang sedang teraniaya tercabikca-cabik oleh waktu,
ia sering bersandar di bahuku sambil menagis dan bertanya mengapa tuhan tak adil padanya, aku tak menjawab apapun hanya membiarkannya menangis dan kalupun ia memintaku menjawab pertanyaanya aku tak mampu menjawab apapun, kami berjalan di jalan sepetak pinggir sawah sambil memegangi sandal yang kami gunakan,
kata nia melepas sandal saat bejalan di pinggiran sawah itu membantunya, dan itupun sepertinya ia terapkan padaku.
Setelah berjalan kurang lebih 20 menit kami sampai, dan saat sampai aku tahu tidak hanya nia yang akan menanami sawah itu , tetapi juga 5 0rang pria dan wanita yang lebih besar daripada kami, mereka mulai turun menanam di sawah dan saat mereka melakukan itu aku hanya menatapnya dari sebuah tempat yang tak jauh dari mereka, aku tak tahu tempat ini apa yang kutahu disini suasanannya sejuk banyak pohon-pohon besar dan tempat ini adalah tempat mereka beristirahat.
Saat nia mulai menanam aku memperhatikan dengan sangat baik, apa yang ia lakukan, tangan kecil itu Nampak tak malu untuk bersenggolan dengan tanah tak peduli seberapa kotor air itu, ia Nampak mahir melakukannya layaknya seorang pianis yang sedang sedang memainkan pianonya, dan saat waktu menujukkan pukul 12 matahari mulai tidak bersahabat tapi ia tetap saja menanam sesekali kulihat tangannya menghapus keringat yang becucuran dari dahinya.beberapa kali kudapati ia nampak menengok kearahku memastikan keadaankku. Dan tak lama setelah itu mereka mulai isrirahat kulihat sawah yng tadinya kecoklatan kini hijau dengan batang –batang padi kecil, kulihat kaki nia di penuhi dengan lumpur tangannyapun begitu, ia memcucinya kemudian duduk di sampingku.
“kau baik-baik sajakan”
“ahh ia pasti” heran aku masih sempat dia menanyakan keadaanku malah aku yang mau bertanya padan, akukan hanya duduk saja melihatnya bekerja, tapi sebelum sempat ia tanyakan tetesan keringat yang jatuh dari dahinya menjawab pertanyaanku.
Kali ini seperti biasa kami tak berbicara banyak, kini kulihat ia mendapatkan upah atas pekerjaannya tadi, Kupikir berapa yang akan di bayarkan atas pekerjaanya itu lembaran uang seribu sebanyak lima lembar, percayalah itu takkan cukup untuk sebuah keluarga, tapi sepertinya ia ikhlas.
Kami berjalan pulang menuju rumahnya, ia nampak bahagia mendapat uang 5000 itu, di rumahnya hanya terdapat sebuah tempat tidur besi yang menurutnya adalah peniggalan dari kakeknya, ranjang itu tidak lebih baik dari sebuah tempat tidur seharga 100.000an iatidur bersama kedua adiknya di ranjang itu ibunya tidur di dapur, ayahnya bahkan tidur di rung tamu satu-satunya yang memisahkan antara dapur temapt tidur dan ruang keluarganya adalah triplek berlubang yang sudah dimakan oleh rayap.
Sesampainya di rumah ia tidak langsung istirahat ia melakukan semua pekerjaan rumah, mulai dari mencuci, memasak, membereskan rumah semua ia lakukan seorang diri, aku kurang tahu sejak kapan kapan ibunya gila tapi yang kutahu ibu itu telah gila semenjak aku tinggal pindah disini yahh,, kurang lebih 6 tahun yang lalu.
Saat semuanya telah selesai waktu munujukkan pukul 4.30 yahh…. 30 menit lagi aku harus berada dirumah, nia bersandar dibahuku kembali menangis seperti yang dilakukannya beberapa waktu yang lalu, ia berkata padaku “ aku tak pernah minta untuk dilahirkan oleh seorang ibu yang gila, ayah yang cacat, atau seorang nenek yang tak dapat kuandalakan aku manusia indri aku mau seperti mereka” aku tidak mencoba memarahinya akan hal yang baru ia ucapkan tadi aku mencoba memahami perasaannya.
Yahh di juga munusia biasa dia anak kecil sepertiku membutuhkan waktu untuk bermain bersama bersama temanya, bukan ekonomi keluarga yang harus ia pikirkan, tapi saat waktu tidak memberinya kesempatan…
Setamat SD aku tak pernah melihat nia lagi hingga sekarang, kupikir ia melajutkannya pendidikanya karna ia ingin jadi seorang menteri keuagan tapi ternyata tidak dia diambil oleh tantenya bekerja di makassar pekerjaan aku juga tak tahu, aku hanya mendengar dari obrolan para ibu-ibu tetanggaku
Aku berharap suatu saat nanti dapat bertemu kembali dengannya dan menjawab pertanyaanya yang tak pernah ku jawab dulu “ mengapa tuhan tak adil” karna kupikir tuhan percaya kalau ia nia mampu mengahadi emua ini…;-)
(Cerpen) Kebersamaan
Pada hari sabtu kami anak pramuka yang ber jumlah 30 orang ingin pergi ke acara pramuka yang di adakan oleh pemerintah kota kami
“ Feby…Feby bangun kita udah telat nih nanti kita di marahin lagi ma kak Fadil “, kata ikhal
“ Emangya sudah jam berapa si aku masih ngantuk nih ???”
“ Sudah jam 7 nih kan janjinya sebelum jam 8 ayolah bangun…bangun lo tidak aku tinggalin nih “ kata Ikhal
“ E..ee…e tunggu…tunggu iya aku mandi dulu tungguin yah awas kalau aku di tinggalin
“ Iya…iya tapi cepat “
Kami pun bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah karena di sanalah tempat kami kumpul sesama anggota pramuka . sesampainya di sana kami udah telat mobil penjemput kami sudah datang dan anak-anak yang lain juga sudah datang
“ Semuanya naik ke mobil kecuali ikhal , Bayu , dan Rino kalian bertiga naik motor saja agar di dalam mobil tidak sempit kalian bertigakan punya motor “ kata kak Fadil.
Kami semua pun berangkat dengan hati yang senang .setelah 30 meit kami tiba di tempat tujuan dan setibanya di sana kami lagsung turun dan menurunkan barang-barang dari mobil dan membawahnya ke dalam tempat yang sudah di sediakan untuk membangun tenda. Kami semua berjalan masuk ke dalam area yang sudah di tetapkan
“ Lina capek juga yah..”kata ikhal
“ iya nih ikhal tulang terasa mau remuk dan patah “
Lama ikhal dan Lina berbincang-bincang tiba-tiba pemimpin ikhal datang
“ Hey kalian berndua lagi bikin apa di situ enak-enakan ngobrol sana bantuin teman kalian bangun tenda “ kata kak Fadil
“ iya kak …”
Setelah tenda berdiri dengan baik kami pun memasukkan barang-barang kami ke dalam tenda agar barang-barang kami semua tidak ada yang hilang dan setela kami beres-beres kami pun bersiap untuk pergi shola Dzuhur
Ternyata tempat sholatnya begitu bagus dengan kolam ikan yang bersih dan luas dan angin yang bertiup sepoi-sepoi membuat kami ingin tinggal berlama-lama di tempat itu.
Setelah sholat kami kembali ke tenda untuk makan siang, makanan kami pun seadanya saja Cuma nasi dan telur goreng tetapi kami harus besyukur karna kami sudah dapat makan dan mengisi perut . setelah kami makan kami semua keluar ke pinggir kolam untuk bernyanyi bersama sekaligus untuk latihan karan selepas sholat isya akan ada lompa pentas seni antar sekolah
“ Lina ke kolam yuk sama teman-teman kumpul bersama sekalian latihan “ kata ikhal
“ kamu duluan aja nanti aku menyusul aku masih ada kerjaan nih “ kata lina
Di pinggir kolam kami bernyanyi bersama dengan diiringi 2 gitar dan 2 kentongan sebagai gendanganya 2 gitar di mainkan oleh bayu dan kak Fadil serta gendangnya di mainkan oleh Feby.
“ Perhatia….perhatian di harapkan bagi seluruh peserta lomba pentas seni di harapkan mendaftarakan grupnya “ kata panitia lewat michrofon
Ikhal dan bayu langsung berlari ke kantor panitia untuk mendaftarkan grupnya dan kami mendapat no urut 4 dan ada 12 group lain yang ikut ambila bagian dalam acara tersebut .
Allahu Akbar…..
Allahu Akbar……
“Ah…. Sudah adzan ayo cepat sholat dulu “!!! Kata kak Fadil
Kami semua langsung bergegas ke masjid untuk sholat ashar agar tidak ketinggalan
“ Hai Lin cepat banget ada di masjidnya ???” kata Ikhal
“ ngga tadi sehabis kerja aku langsung ke sini untuk mengaji dan maaf aku tadi tidak ke kolam “ kata Lina
“ Tidak apa-apa kok , kamu rajin banget “
“ Ah.. udah biasa lagi sana cepat ambil air wudhu lalu sholat nanti ketinggalan loh..”
“ iya aku ambil air wudhu dulu yah”
Setelah sholat kami semua kembali ke tenda untuk istirahat . kami pun tidur bersama .
“ Bangun….Bangun kalian semua cepat pakai seragam kalian terus keluar membersihkan , akan ada lomba tenda terbersih “ kata kak Fadil dengan suara keras .
“ siap kak “
Kami semua keluar dengan pakaian yang belum rapi dan membersihkan sekeliling tenda
“ Ikhal buang sampah itu “ kata kak Fadil
“ iya kak “
Ikhal pun pergi membuang sampah dan di sana Ikhal ketemu dengan Lina
“ Eh…. Lina ketemu lagi “
“ Eh…. Ikhal buang sampah juga ????”
“ Ngga aku lagi buang senyum , yaiyalah buang sampah kan Lina lihat sendiri aku bawa apa
“ Ah… Ikhal bisa saja bercandanya ngga lucu tau khal “
Setelah membersihkan kami semua pergi ke wc umum untuk membersihkan diri dan hari juga menjelang malam kami juga harus bersiap sholat maghrib dan setelah sholat kami semua ke tenda untuk makan malam dan istirahat setelah itu kami semua anggota pramuka melakukan sholat isya dan setelah sholat kami pergi ke lapangan tempat di adakanya pentas seni , kami semua denga rasa kebersamaan yang tinggi dan kami layaknya para anggota militer yang siap bertempur demi membela negara kami.karna kami tahu bahwa rasa kebersamaan itu adalah rasa yang tidak dapat di saingi dan sesampainya di sana kami mengambil tempat di tengah
“ Lina kamu kenapa kedinginan yah… ini pakai aja jaket aku “ kata Ikhal
“ Ngga usah kamu nanti pakai apa nanti kamu juga kedinginan “
“ Ngga apa-apa pakai saja kamu lebih membutuhkanya dari pada aku “
“ terimah kasih yah Ikhal , dan aku mau bertanya kenapa kamu baik dan perhatian sama aku ???”
“ Emangya tidak boleh yah n kitakan anak pramuka dan pramuka itu harus saling membantu karna pramuka memiliki rasa kebersamaan “ jelas Ikhal
Acara malam itupu selesai dan kami tidak dapat juara tetapi kami tidak berkecil hati dan tidak akan putus asa .
Keesokan harinya kami semua bangun pagi-pagi dan ikut upacara pembukaan untuk menanam 10.000 pohon dalam rangka penghijauan
“ Niuw…niuw..niuw…” suara mobil polisi
“ wah semuanya siap Pak Bupati sudah datang , Ikhal,Lina,dan Bayu kamu ambil posisi di dekat pagar “ kata kak Fadil
“ Ikhal tolong bantu aku angkat ini tanaman berat sekali “ kata lina
“ sini biar aku saja kamu kesana aja duluan “
“ makasih yah dan tidak apa-apa kalau aku tinggal
“ iya cepat kesana panas nanti kamu sakit lagi “
“ kamu baik banget deh aku jadi suka ma kamu dan jujur aku baru punya teman sebaik kamu “ kata Lina
“ ah… biasa aja deh kepalaku udah mau pecah ni gara-gara kamu puji aku terus “
Setelah di tunggu berapa lama akhirnya penanaman di mulai juga
“ 1…2….3….tanam “ kata Pak Bupati lewat MIC
“ aku selesai , Lina biar aku bantu yah…” kata Ikhal
“ iya makasih yah Ikhal aku sudah merepotkan kamu “ kata Lina
Acara pun selesai dan Ikhal dan Lina jalan bersama untuk kembali ke tenda untuk istirahat.
“ Semua barang-barang kalian bereskan karna kita sudah mau pulang dan jangan lupa tenda di bersihkan “ kata kak Fadil
Setelah barang-barang kami semua beres kami semua menuju pintu gerbag untuk pulang kcuali Ikhal ,Bayu,dan Rino mereka bertiga pergi ke parkiran mengambil motor mereka .
“ Lina kamu ikut sama bayu saja karena mobil sempit banget” kata kak Fadil
“ Tidak usah kak aku sama Ikhal saja “ kataLina
“ baiklah , Ikhal kamu pulang sam Lina yah “ kata kak Fadil
“ iya kak “ kata lina
Kami semua pulang dengan rasa senang dan pulang dengan banyak pengalaman dari kegiatan yang kami ikuti dan kami tahu kalau hal penting di dalam pramuka itu adalah KEBERSAMAAN
“ Feby…Feby bangun kita udah telat nih nanti kita di marahin lagi ma kak Fadil “, kata ikhal
“ Emangya sudah jam berapa si aku masih ngantuk nih ???”
“ Sudah jam 7 nih kan janjinya sebelum jam 8 ayolah bangun…bangun lo tidak aku tinggalin nih “ kata Ikhal
“ E..ee…e tunggu…tunggu iya aku mandi dulu tungguin yah awas kalau aku di tinggalin
“ Iya…iya tapi cepat “
Kami pun bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah karena di sanalah tempat kami kumpul sesama anggota pramuka . sesampainya di sana kami udah telat mobil penjemput kami sudah datang dan anak-anak yang lain juga sudah datang
“ Semuanya naik ke mobil kecuali ikhal , Bayu , dan Rino kalian bertiga naik motor saja agar di dalam mobil tidak sempit kalian bertigakan punya motor “ kata kak Fadil.
Kami semua pun berangkat dengan hati yang senang .setelah 30 meit kami tiba di tempat tujuan dan setibanya di sana kami lagsung turun dan menurunkan barang-barang dari mobil dan membawahnya ke dalam tempat yang sudah di sediakan untuk membangun tenda. Kami semua berjalan masuk ke dalam area yang sudah di tetapkan
“ Lina capek juga yah..”kata ikhal
“ iya nih ikhal tulang terasa mau remuk dan patah “
Lama ikhal dan Lina berbincang-bincang tiba-tiba pemimpin ikhal datang
“ Hey kalian berndua lagi bikin apa di situ enak-enakan ngobrol sana bantuin teman kalian bangun tenda “ kata kak Fadil
“ iya kak …”
Setelah tenda berdiri dengan baik kami pun memasukkan barang-barang kami ke dalam tenda agar barang-barang kami semua tidak ada yang hilang dan setela kami beres-beres kami pun bersiap untuk pergi shola Dzuhur
Ternyata tempat sholatnya begitu bagus dengan kolam ikan yang bersih dan luas dan angin yang bertiup sepoi-sepoi membuat kami ingin tinggal berlama-lama di tempat itu.
Setelah sholat kami kembali ke tenda untuk makan siang, makanan kami pun seadanya saja Cuma nasi dan telur goreng tetapi kami harus besyukur karna kami sudah dapat makan dan mengisi perut . setelah kami makan kami semua keluar ke pinggir kolam untuk bernyanyi bersama sekaligus untuk latihan karan selepas sholat isya akan ada lompa pentas seni antar sekolah
“ Lina ke kolam yuk sama teman-teman kumpul bersama sekalian latihan “ kata ikhal
“ kamu duluan aja nanti aku menyusul aku masih ada kerjaan nih “ kata lina
Di pinggir kolam kami bernyanyi bersama dengan diiringi 2 gitar dan 2 kentongan sebagai gendanganya 2 gitar di mainkan oleh bayu dan kak Fadil serta gendangnya di mainkan oleh Feby.
“ Perhatia….perhatian di harapkan bagi seluruh peserta lomba pentas seni di harapkan mendaftarakan grupnya “ kata panitia lewat michrofon
Ikhal dan bayu langsung berlari ke kantor panitia untuk mendaftarkan grupnya dan kami mendapat no urut 4 dan ada 12 group lain yang ikut ambila bagian dalam acara tersebut .
Allahu Akbar…..
Allahu Akbar……
“Ah…. Sudah adzan ayo cepat sholat dulu “!!! Kata kak Fadil
Kami semua langsung bergegas ke masjid untuk sholat ashar agar tidak ketinggalan
“ Hai Lin cepat banget ada di masjidnya ???” kata Ikhal
“ ngga tadi sehabis kerja aku langsung ke sini untuk mengaji dan maaf aku tadi tidak ke kolam “ kata Lina
“ Tidak apa-apa kok , kamu rajin banget “
“ Ah.. udah biasa lagi sana cepat ambil air wudhu lalu sholat nanti ketinggalan loh..”
“ iya aku ambil air wudhu dulu yah”
Setelah sholat kami semua kembali ke tenda untuk istirahat . kami pun tidur bersama .
“ Bangun….Bangun kalian semua cepat pakai seragam kalian terus keluar membersihkan , akan ada lomba tenda terbersih “ kata kak Fadil dengan suara keras .
“ siap kak “
Kami semua keluar dengan pakaian yang belum rapi dan membersihkan sekeliling tenda
“ Ikhal buang sampah itu “ kata kak Fadil
“ iya kak “
Ikhal pun pergi membuang sampah dan di sana Ikhal ketemu dengan Lina
“ Eh…. Lina ketemu lagi “
“ Eh…. Ikhal buang sampah juga ????”
“ Ngga aku lagi buang senyum , yaiyalah buang sampah kan Lina lihat sendiri aku bawa apa
“ Ah… Ikhal bisa saja bercandanya ngga lucu tau khal “
Setelah membersihkan kami semua pergi ke wc umum untuk membersihkan diri dan hari juga menjelang malam kami juga harus bersiap sholat maghrib dan setelah sholat kami semua ke tenda untuk makan malam dan istirahat setelah itu kami semua anggota pramuka melakukan sholat isya dan setelah sholat kami pergi ke lapangan tempat di adakanya pentas seni , kami semua denga rasa kebersamaan yang tinggi dan kami layaknya para anggota militer yang siap bertempur demi membela negara kami.karna kami tahu bahwa rasa kebersamaan itu adalah rasa yang tidak dapat di saingi dan sesampainya di sana kami mengambil tempat di tengah
“ Lina kamu kenapa kedinginan yah… ini pakai aja jaket aku “ kata Ikhal
“ Ngga usah kamu nanti pakai apa nanti kamu juga kedinginan “
“ Ngga apa-apa pakai saja kamu lebih membutuhkanya dari pada aku “
“ terimah kasih yah Ikhal , dan aku mau bertanya kenapa kamu baik dan perhatian sama aku ???”
“ Emangya tidak boleh yah n kitakan anak pramuka dan pramuka itu harus saling membantu karna pramuka memiliki rasa kebersamaan “ jelas Ikhal
Acara malam itupu selesai dan kami tidak dapat juara tetapi kami tidak berkecil hati dan tidak akan putus asa .
Keesokan harinya kami semua bangun pagi-pagi dan ikut upacara pembukaan untuk menanam 10.000 pohon dalam rangka penghijauan
“ Niuw…niuw..niuw…” suara mobil polisi
“ wah semuanya siap Pak Bupati sudah datang , Ikhal,Lina,dan Bayu kamu ambil posisi di dekat pagar “ kata kak Fadil
“ Ikhal tolong bantu aku angkat ini tanaman berat sekali “ kata lina
“ sini biar aku saja kamu kesana aja duluan “
“ makasih yah dan tidak apa-apa kalau aku tinggal
“ iya cepat kesana panas nanti kamu sakit lagi “
“ kamu baik banget deh aku jadi suka ma kamu dan jujur aku baru punya teman sebaik kamu “ kata Lina
“ ah… biasa aja deh kepalaku udah mau pecah ni gara-gara kamu puji aku terus “
Setelah di tunggu berapa lama akhirnya penanaman di mulai juga
“ 1…2….3….tanam “ kata Pak Bupati lewat MIC
“ aku selesai , Lina biar aku bantu yah…” kata Ikhal
“ iya makasih yah Ikhal aku sudah merepotkan kamu “ kata Lina
Acara pun selesai dan Ikhal dan Lina jalan bersama untuk kembali ke tenda untuk istirahat.
“ Semua barang-barang kalian bereskan karna kita sudah mau pulang dan jangan lupa tenda di bersihkan “ kata kak Fadil
Setelah barang-barang kami semua beres kami semua menuju pintu gerbag untuk pulang kcuali Ikhal ,Bayu,dan Rino mereka bertiga pergi ke parkiran mengambil motor mereka .
“ Lina kamu ikut sama bayu saja karena mobil sempit banget” kata kak Fadil
“ Tidak usah kak aku sama Ikhal saja “ kataLina
“ baiklah , Ikhal kamu pulang sam Lina yah “ kata kak Fadil
“ iya kak “ kata lina
Kami semua pulang dengan rasa senang dan pulang dengan banyak pengalaman dari kegiatan yang kami ikuti dan kami tahu kalau hal penting di dalam pramuka itu adalah KEBERSAMAAN
(Cerpen) Dunia Mimpi
Pagi yang cerah di sebuah desa kecil pinggir kota. Sinar matahari menembus kaca jendela kamarku, berusaha membangunkanku dengan silau yang mengganggu. Awal yang buruk untuk hariku saat waktu subuh telah habis dan aku belum sholat subuh. Kucari semua orang-orang di seluruh bagian rumah dan ternyata tak ada seorangpun di rumahku. Kunyalakan TV di ruang keluarga agar aku bisa sedikit terhibur dengan tak adanya satupun orang di rumahku.
Langit di luar mulai mendung diikuti gemiricik hujan yang membuat suara gaduh di atap rumah. Hujan sangat deras sehingga hanya TV yang menjadi penghiburku. Aku harus terkurung di rumah dan takkan ada hiburan lain. Sebenarnya hujan sangat menggangguku karena selain tak dapat keluar rumah, suara guntur dan gemirincik hujan mengganggu telingaku. Selain itu acara TV juga sangat membosankan.
Lama aku menonton TV tedengar suara dering telepon. Aku sangat bahagia saat mendengar suara ibuku berbicara di dalam telepon. Tapi saat kudengar kabar bahwa ternyata ibuku sudah ada dalam perjalanan ke Kalimantan. Katanya ibuku tak enak mengganggu tidurku sehingga dia pergi ke sana tanpa seizinku. Ternyata yang dikatakan ibu semalam setelah aku tidur itu benar-benar terjadi, kukira ibuku hanya bercanda saat mengatakan hal itu padaku. Betapa sedihnya aku mendengar hal itu, dan ternyata ibuku juga membawa kakakku pergi dan sekarang aku hanya sendiri tanpa teman bermainku. Ibuku hanya menyampaikan bahwa ayahku akan segera datang menemaniku di rumah.
Lama aku menunggu kedatangan ayahku akan tetapi tak kunjung juga datang. Tiba-tiba HPku bergetar bertanda SMS telah masuk di kotak pesan HPku. Saat aku melihat nama orang yang mengirim pesan ke HPku aku sangat bahagia, tapi saat kubaca pesannya ternyata itu hal paling mengejutkan untukku. Ternyata pacarku ingin mengakhiri hubungannya denganku. Betapa kagetnya aku mengetahui hal itu. Aku langsung menanyakan apa penyebabnya, tapi pacarku tidak mau. Kucoba terus menanyakannya, lalu ia berkata, “Aku telah bosan padamu, aku telah punya penggantimu kau terlalu biasa sedangkan ada yang jauh luar biasa.”. Aku hanya bisa menerima apa yang pacarku lakukan padaku walau aku telah setia padanya.
Aku coba melupakan perlakuan mantan pacarku padaku yang telah menghianatiku, tapi tak juga bisa melupakan hal itu. Ayahku lalu datang setelah mengantar ibuku ke pelabuhan. Ayahku juga telah mengecek computer yang ada di bengkel komputer dan ternyata tidak dapat diperbaiki lagi. Ayahku tak akan lagi memberikanku sebuah alat eletronik setelah kerusakan yang terjadi pada komputerku. Derita makin bertambah setelah mengetahui hal itu.
Tak lama hujan berhenti dan aku dapat keluar untuk menghibur diriku dari segala derita yang telah kualami. Aku pergi dari rumahku lalu ke rumah pohon yang telah kubuat versama teman-temanku. Kami memutuskan untuk main kartu di sana, tak lama bermain kartu, salah satu dahan pohon patah yang buat aku terjatu dan tersungkur di tanah. Semuanya lalu gelap seperti tak ada apa-apa yang dapat aku lihat.
Aku tersadar saat kutemukan tubuhku ada di lantai kamarku dalam keadaan pegal-pegal. Ternyata hal yang kualami tadi hanya sebuah mimpi, aku terjatuh dari tempat tidurku dan membuat badanku pegal-pegal. Aku ke luar kamar untuk melihat keadaan di rumah, ternyata keluargaku lengkap, ibuku takkan pernah pergi ke Kalimantan karena itu hanya canda gurau belaka. Kucari HPku dan kuperiksa kotak masuk HPku. Pesan dari pacarku mengatakan bahwa dia rindu padaku dan aku menjawab hal yang sama pada pacarku.
Betapa bahagianya aku ternyata semua kejadian itu hanya mimpi dan tak ada hal yang harus ditakutkan. Ibuku takkan pernah pergi meninggalkanku, pacarku tetap setia padaku, dan yang paling membahagiakan lagi ternyata besok aku akan dibelikan komputer baru. Aku berharap semoga mimpiku itu tidak akan pernah terjadi, karena aku tak ingin hal seperti mimpiku terjadi di dunia sebenarnya. Kubiarkan kejadian tadi tetap berada di dunia mimpi selamanya.
Langit di luar mulai mendung diikuti gemiricik hujan yang membuat suara gaduh di atap rumah. Hujan sangat deras sehingga hanya TV yang menjadi penghiburku. Aku harus terkurung di rumah dan takkan ada hiburan lain. Sebenarnya hujan sangat menggangguku karena selain tak dapat keluar rumah, suara guntur dan gemirincik hujan mengganggu telingaku. Selain itu acara TV juga sangat membosankan.
Lama aku menonton TV tedengar suara dering telepon. Aku sangat bahagia saat mendengar suara ibuku berbicara di dalam telepon. Tapi saat kudengar kabar bahwa ternyata ibuku sudah ada dalam perjalanan ke Kalimantan. Katanya ibuku tak enak mengganggu tidurku sehingga dia pergi ke sana tanpa seizinku. Ternyata yang dikatakan ibu semalam setelah aku tidur itu benar-benar terjadi, kukira ibuku hanya bercanda saat mengatakan hal itu padaku. Betapa sedihnya aku mendengar hal itu, dan ternyata ibuku juga membawa kakakku pergi dan sekarang aku hanya sendiri tanpa teman bermainku. Ibuku hanya menyampaikan bahwa ayahku akan segera datang menemaniku di rumah.
Lama aku menunggu kedatangan ayahku akan tetapi tak kunjung juga datang. Tiba-tiba HPku bergetar bertanda SMS telah masuk di kotak pesan HPku. Saat aku melihat nama orang yang mengirim pesan ke HPku aku sangat bahagia, tapi saat kubaca pesannya ternyata itu hal paling mengejutkan untukku. Ternyata pacarku ingin mengakhiri hubungannya denganku. Betapa kagetnya aku mengetahui hal itu. Aku langsung menanyakan apa penyebabnya, tapi pacarku tidak mau. Kucoba terus menanyakannya, lalu ia berkata, “Aku telah bosan padamu, aku telah punya penggantimu kau terlalu biasa sedangkan ada yang jauh luar biasa.”. Aku hanya bisa menerima apa yang pacarku lakukan padaku walau aku telah setia padanya.
Aku coba melupakan perlakuan mantan pacarku padaku yang telah menghianatiku, tapi tak juga bisa melupakan hal itu. Ayahku lalu datang setelah mengantar ibuku ke pelabuhan. Ayahku juga telah mengecek computer yang ada di bengkel komputer dan ternyata tidak dapat diperbaiki lagi. Ayahku tak akan lagi memberikanku sebuah alat eletronik setelah kerusakan yang terjadi pada komputerku. Derita makin bertambah setelah mengetahui hal itu.
Tak lama hujan berhenti dan aku dapat keluar untuk menghibur diriku dari segala derita yang telah kualami. Aku pergi dari rumahku lalu ke rumah pohon yang telah kubuat versama teman-temanku. Kami memutuskan untuk main kartu di sana, tak lama bermain kartu, salah satu dahan pohon patah yang buat aku terjatu dan tersungkur di tanah. Semuanya lalu gelap seperti tak ada apa-apa yang dapat aku lihat.
Aku tersadar saat kutemukan tubuhku ada di lantai kamarku dalam keadaan pegal-pegal. Ternyata hal yang kualami tadi hanya sebuah mimpi, aku terjatuh dari tempat tidurku dan membuat badanku pegal-pegal. Aku ke luar kamar untuk melihat keadaan di rumah, ternyata keluargaku lengkap, ibuku takkan pernah pergi ke Kalimantan karena itu hanya canda gurau belaka. Kucari HPku dan kuperiksa kotak masuk HPku. Pesan dari pacarku mengatakan bahwa dia rindu padaku dan aku menjawab hal yang sama pada pacarku.
Betapa bahagianya aku ternyata semua kejadian itu hanya mimpi dan tak ada hal yang harus ditakutkan. Ibuku takkan pernah pergi meninggalkanku, pacarku tetap setia padaku, dan yang paling membahagiakan lagi ternyata besok aku akan dibelikan komputer baru. Aku berharap semoga mimpiku itu tidak akan pernah terjadi, karena aku tak ingin hal seperti mimpiku terjadi di dunia sebenarnya. Kubiarkan kejadian tadi tetap berada di dunia mimpi selamanya.
Langganan:
Postingan (Atom)