Tiga disukai, tiga dimurkai

 

 

“Ada tiga golongan yang disukai Allah, ada tiga golongan lain yang dibenci-Nya. Yang dicintai adalah, seseorang yang mendatangi sebuah kaum, yang datang meminta bantuan karena Allah, bukan karena hubungan kekerabatan diantara mereka. Tapi kaum itu menolak. Lalu ada sesorang yang diam-diam memberi orang itu bantuan. Tidak ada yang tahu kecuali Allah dan orang yang memberinya itu. Kedua, kaum yang yang bila

datang kantuk datang kepada mereka dan membuat kepala mereka tergeletak mereka bergegas bangkit untuk tunduk berdoa kepada-Ku, membaca ayat-ayat-Ku. Ketiga, seseorang dalam ekspedisi pasukan, lalu bertemu dengan musuh. Ia pun menyongsong musuh itu dengan dadanya (tidak lari), hingga ia terbunuh atau diberi kemenangan. Sedang ketiga golongan yang dimurkai adalah, orang tua yang berzina, orang miskin yang sombong dan ornag kaya yang berbuat dholim”. (Imam Tirmidzi).

 

Awali Hari Ini Tanpa buruk Sangka

Menuduh orang baik sebagai orang yang buruk, sama buruknya dengan meyakini orang yang nyata-nyata buruk sebagai orang baik. Karenanya, Islam tidak saja menyuruh kita menjauhi buruk sangka, tapi juga menyuruh menjauhi sikap dan perilaku yang membuat orang akan berprasangka buruk kepada kita. Umar bin Khattab berkata, “Siapa yang menempatkan dirinya pada posisi yang mengundang tuduhan, maka jangan mencela orang yang berprasangka buruk kepadanya”.

 

“Sesungguhnya kalian berada dalam perjalanan malam dan siang. Dalam umur yang terus berkurang, dalam kematian yang akan tiba-tiba datang. Barangsiapa menanam kebaikan akan memetik dengan suka cita. Barangsiapa menanam keburukan, akan memetik dengan duka cita. Setiap penanam akan mendapatkan apa yang ditanamnya. Yang lambat takkan dihalangi apa yang memang menjadi haknya. Yang tamak takkan mendapati apa yang memang bukan haknya. Barangsiapa memberi kebaikan, Allah akan memberinya kebaikan. Barangsiapa menjauhi keburukan, maka Allah akan menjaganya dari keburukan.”

(Ibnu Mas’ud ra.)

 

 

Lucu ya,

·         Uang Rp.20.000,-an begitu besar bila dibawa ke kotak amal masjid, tapi begitu kecil bila dibawa ke supermarket.

·         45 menit terlalu lama untuk berdzikir tapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan sepakbola.

·         Susah banget baca Al-Quran 1 juz saja, tapi novel best seller 100 halaman pun habis dilahap.

·         Susahnya orang mengajak berpartisipasi untuk dakwah, tapi mudahnya orang berpartisipasi menyebar gosip.

·         Semua orang pinginnya masuk surga tanpa harus beriman, berfikir, berbicara ataupun melakukan apa-apa.

 

 

Makna yakin adalah jika kamu tidak menyenangkan orang lain dengan murka Allah, tidak dengki terhadap orang lain karena ia mendapatkan rezeki dari Allah, tidak mencela orang lain karena ia memiliki apa yang tidak engkau miliki. Sebab, rezeki-Nya itu tidak akan diperoleh hanya oleh keserakahan orang yang tamak dan tidak dapat ditolak oleh kebencian orang yang dibenci. Tetapi Allah, dengan keadilan, pengetahuan dan kebijaksanaan-Nya, akan menjadikan semangat dan senang dalam sikap yakin dan ridha serta menjadikan pesimis dan duka dalam sikap benci dan ragu-ragu. (Ibnu Mas’ud)

 

teman sejati

“Bersaudaralah kamu dengan orang-orang jujur, niscaya kamu hidup dalam lingkungan mereka. Sesungguhnya mereka itu merupakan perhiasan diwaktu lapang dan ibarat perlengkapan di masa ujian dan letakkan perkara persaudaraan itu pada tempat yang terbaik. Hindarilah musuh dan hindarilah kawanmu kecuali yang terpercaya. Dan tidak ada yang terpercaya kecuali orang yang takut kepada Allah. Jangan temani orang durhaka lalu kamu belajar tentang kedurhakaannya. Jangan ungkapkan rahasiamu kepadanya dan mintalah pendapat hanya kepada orang yang takut kepada Allah” (Umar bin Khothob ra.)

 

 

Ibnul Qoyyim berkata :

Sumber kebahagiaan hidup seseorang adalah “Allah”. Hatinya memandang, kefakiran adalah kekayaan saat dirinya bersama Allah.  Memandang kekayaan itu  kefakiran saat dirinya tidak bersama Allah. Kemuliaan itu hina tanpa Allah. Kehinaan itu mulia bersama Allah. Kenikmatan itu azab tanpa Allah. Kesimpulannya ia tidak melihat kehidupan kecuali dengan Allah. Merekalah oarang-orang yang telah mendpatkan dua surga. Surga didunia yang disegerakan Allah ketika ia hidup di dunia dan surga di akhrat yang menantinya.

(Nafais al fawaid/202)

 

Lucu ya,

·         Susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdo’a atau sholat, tapi betapa mudahnya cari bahan obrolan bila ketemu teman.

·         Betapa serunya perpanjangan waktu dipertandingan sepak bola favorit kita, tapi betapa bosannya bila imam sholat tarawih Romadhon kelamaan bacaannya.

·         Orang-orang pada berebut paling depan untuk nonton konser, tapi berebut cari shaf paling belakang bila jumatan agar bisa cepat. 

·         Kita perlu undangan pengajian 3-4 minggu sebelumnya agar bisa disiapkan di agenda kita, tapi untuk acara lain jadwal kita bisa diubah seketika. 

·         Kita begitu percaya pada apa yang dikatakan koran, tapi kita sering mempertanyakan apa yang dikatakan Al-Quran.

·         Kita bisa kirim ribuan jokes lewat e-mail, tapi bila ngirim yang berkaitan dengan ibadah sering mesti berfikir dua kali.

 

Sesungguhnya Allah adalah sangat dekat.  Bahkan lebih dekat daripada urat leher kita sendiri.  Namun tubuh kita terlalu banyak penghalang hingga kedekatan dengan Allah yang menciptakan diri ini menjadi tidak terasa.  Sungguh berbahagia orang yang kedekatannya dengan Allah sudah jauh, karena berarti ia sudah sangat dekat dengan Allah.  Dan yang bahaya adalah orang yang kejauhannya dengan Allah sudah dekat.  Berarti ia telah jauh dengan Allah. Alangkah ruginya !!!

 

ÄHADIST ARBA’IN Ã

clip_image001
 

 

 


Dari Abu Hurairah RA berkata : Rasulullah SAW Bersabda “Jangan saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling membelakangi dan janganlah sebagian kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain.  Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain.  Ia tidak  patut menghakimi, membohongi dan merendahkannya.  Taqwa itu disini (menunjuk dadanya 3x).  Cukuplah seseoarang dipandang buruk jika sampai menghina saudaranya sesama muslim.  Darah, harta dan kehormatan adalah haram bagi muslim yang lain. (HR. Imam Muslim).

 

Saudaraku, sebentar kita lagi kita akan menghadapi ujian….

Sudahkah kita mempersiapkan ruh, jiwa dan pikiran kita ?

Selamat menempuh ujian sisipan semester genap.

Ingat ! Selain usaha dan do’a, Kejujuran adalah nilai yang paling berharga di mata Allah SWT.

Banyak Tertawa dan Mati Hatinya

“ Siapa yang banyak tertawa, wibawanya merosot. 

Siapa yang banyak bercanda, niscaya diremehkan. 

Siapa yang banyak bicara, banyak dustanya. 

Siapa yang banyak dustanya, sedikit malunya. 

Siapa yang sedikit malunya, tipis waro’nya. 

Siapa yang tipis waro’nya, mati hatinya “ 

(Ali bin Abi Tholib r.a.)

 

 

Ali bin Abi Tholib ra berkata :

¨      Tiada kemuliaan yang lebih tinggi daripada ketaqwaan

¨      Tiada harta yang lebih berharga daripada akal

¨      Tiada harta warisan yang lebih besar daripada pendidikan

¨      Tiada laba yang melebihi pahala Allah SWT

¨      Tiada perdagangan yang paling menguntungkan daripada  amal shalih

¨      Tiada kehormatan yang lebih  baik daripada tawadlu

¨      Tiada kebajikan yang lebih baik daripada hidup sederhana dan terencana

¨      Tiada kawan karib yang lebih baik daripada keluhuran budi

 

 

Kunci Zuhud  menurut Hasan  Al-Basri

¨     Aku  tahu, rizkiku tak mungkin diambil orang lain. Karenanya, aku tenang.

¨     Aku tahu, amal-amalku tak mungkin dilakukan oleh orang lain. Maka aku sibukkan diriku untuk beramal.

¨     Aku tahu, kematian menantiku. Maka kupersiapkan bekal untuk  berjumpa dengan  Rabb-ku.

¨     Aku tahu,   Allah  selalu melihatku karenanya aku malu. Bila Allah mendapatiku  melakukan  maksiat,  maka ......

 

 

Tiada iman yang  lebih baik daripada  rasa  malu  dan sabar.

Tiada kekayaan yang  lebih baik   daripada  kemurahan hati

Tiada dukungan yang  lebih baik daripada nasehat yang  tulus

Tiada kesendirian yang  lebih sepi daripada keangkuhan  diri

 

Apa sih yang bisa kita sombongkan ?

 

Harta kita ? Harta yang kita sombongkan akan mengalir deras seperti air bah, dan akan mengubur kita hidup-hidup.

Tubuh kita ? Tubuh yang kita sombongkan akan menjadi makanan ulat dan cacing tanah yang akan membusuk, tak berdaya tergeletak di dalam kubur.

Kekuasaan kita ? Kekuasaan yang kita sombongkan akan menenggelamkan kita, sebagaiman Fir’aun ditenggelamkan oleh air laut merah.

Ilmu kita ? Mungkin masih banyak ilmu kita yang terpendam tanpa kita mau mengamalkan dan menyampaikannya.

Amal kita ? Mungkin banyak amal kita yang tidak ikhlas tetapi hanya riak karena hanya ingin didengar dan dilihat orang lain.  

Sesungguhnya tidak ada yang bisa kita sombongkan, kekuasaan dan kebesaran Allah adalah tanpa batas.

 

£ Hadist Arbain £

Abu Hurairah ra. Berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari selama matahari masih terbit. Engkau damaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong seseorang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkatkan barangnya ke atas kendaraan adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kaki yang kau ayunkan untuk sholat adalah sedekah, dan engkau menyingkirkan aral dari jalan adalah sedekah juga.” (HR. Imam Bukhari Muslim).

 

Ingat !!

Tubuh kita selalu melewati enam keadaan yaitu sehat, sakit, mati, hidup, tidur dan bangun. Begitu pula ruh.

Hidupnya hati adalah berkat bertambahnya Ilmu.

Matinya hati adalah akibat tidak adanya Ilmu.

Sehatnya hati adalah berkat keyakinan.

Sakitnya hati adalah keragu-raguan.

Tidurnya hati adalah akibat kelalaiannya dan

Bangunnya hati adalah berasal dari dzikir  yang dilakukan.

 

Ampunan Allah Lebih Luas dari Lautan Dosa

 

Sahabat, pintu taubat masih terbuka.

Sampai ruh mencekik di kerongkongan.

Jangan pernah putus asa akan ampunan Allah.

Tapi jangan pernah juga merasa pasti mendapat ampunan-Nya.

Bersyukurlah kita, hingga hari ini masih diberi

jenak waktu menghirup udara kehidupan.

Tapi siapa kira jika kita ditakdirkan menghadap-Nya

esok, lusa atau satu detik lagi.

Mari segera ketuk pintu ampunan-Nya.

 

` Hadist Arbain `

 

Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata yang baik atau diam; barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah menghormati tetangganya; barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah menghormati tamunya” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika ada pertanyaan atau sanggahan, teman-teman bisa mengisi kotak komentar ini. Mari budayakan berkomentar. Selain baik untuk blog sobat, baik juga untuk kesehatan kita :D