Proses Osmosis dan DIfusi

HASIL PENGAMATAN

1.         Judul                         : Mengamati Proses Osmosis Dan Difusi
2.       Tujuan       : Memahami Terjadinya Proses Osmosis Dan Difusi Pada Suatu Zat
3.       Tanggal     : 03-Agustus-2010
4.        Alat dan bahan
Alat :   
·         Cawan Petri
·         Pinset
·         Gelas kimia
·         Pisau/silet
·         Timbangan
·         Gelas plastik
·         Penggaris
·         Jam tangan/stop watch
·         Gabus
·         Botol
Bahan :
·        Kentang      : 3 biji
·           Telur            : 2 biji
·           Apel             : 1 biji
·           Air
·           Pewarna
·           Garam
·           Gula









5.       Landasan Teori

                    Kita telah mengetahui bahwa membran plasma bersifat selektif permeabel (semipermeabel) yang artinya membran plasma dapat dilalui oleh molekul atau ion tertentu. Perpindahan molekul atau ion melewati membran ada dua macam, yaitu transpor pasif dan transpor aktif.


1)         Transpor pasif adalah perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan energi sel. Perpindahan molekul tersebut terjadi secara spontan dari konsentrasi tinggi ke rendah. Contoh transpor pasif adalah difusi dan osmosis.
2)       Transpor aktif adalah perpindahan molekul atau ion menggunakan energi dari sel itu. Contoh transpor aktif adalah pompa ion natrium (Na+)/kalium (K+), endositosis,dan eksositosis.

                             Apa perbedaan antara difusi dengan osmosis? Uraianberikut akan membahas proses terjadinya transpor pasif dan transpor aktif dengan lebih rinci.

1)         Difusi

                   Difusi dapat diartikan perpindahan zat (padat, cair, dan gas) dari
larutan konsentrasi tinggi (hipertonis) ke larutan dengan konsentrasi rendah
(hipotenis). Dengan kata lain setiap zat akan berdifusi menuruni gradien
konsentrasinya. Hasil dari difusi adalah konsentrasi yang sama antara larutan
tersebut dinamakan isotonis.

                      Sebagai contoh, setetes parfum akan menyebar ke seluruh ruangan (difusi gas di dalam medium udara). Molekul dari sesendok gula akan menyebar ke seluruh volume air dalam gelas meskipun tanpa diaduk (difusi zat padat di dalam medium air) sehingga kerapatan zat tersebut merata. Perhatikan gambar proses terjadinya difusi di samping

d
c
b
a
                      Peristiwa difusi dapat diamati ketika kitamemasukkan segumpal gula ke dalam air (a), molekul molekulnya terlarut (b), dan tersebar (berdifusi) (c). Pada akhirnya proses difusi menyebabkan gula tersebar  merata ke dalam air (d).

            Kecepatan zat berdifusi melalui membran sel tidak hanya tergantung pada gradien konsentrasi, tetapi juga pada besar, muatan, dan daya larut dalam lemak (lipid). Membran sel kurang permeabel terhadap ion-ion (Na+,Cl–, K+) dibandingkan dengan molekul kecil yang tidak bermuatan. Dalam keadaan yang sama molekul kecil lebih cepat berdifusi melalui membran sel daripada molekul besar.

            Molekul-molekul yang bersifat hidrofobik dapat bergerak dengan mudahmelalui membran daripada molekul-molekul hidrofolik. Molekul-molekul yang besar dan ion dapat bergerak melalui membran
                     
2)       Difusi dengan Fasilitas (Difusi Terbantu)


                    Difusi terbantu merupakan proses difusi dengan perantara protein pembawa (carrier protein). Arah perpindahan molekul seperti halnya pada difusi biasa yaitu dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah, hanya saja protein pembawa membantu proses perpindahan molekul ini.
Protein pembawa
 

Bagian luar sel
                    Difusi terbantu merupakan transpor melalui media pembawa. Pada proses ini, molekul diikat oleh reseptor pada sisi luar sel dan dilewatkan melalui membran plasma oleh protein transmembran yang telah mengalami perubahan susunan. Setelah itu, protein pembawa kembali pada susunan semula. Proteipembawa juga dapat membuat celah yang dapat dilalui oleh ion-ion seperti Cl– dan Na+. Perhatikan skema difusi terbantu pada Gambar di samping.

3)       Osmosis

                    Osmosis merupakan difusi air melalui selaput semipermeabel. Air akan bergerak dari daerah yang mempunyai konsentrasi larutan rendah ke daerah
yang mempunyai konsentrasi larutan tinggi. Tekanan osmosis dapat diukur dengan suatu alat yang disebut osmometer. Air akan bergerak dari daera dengan tekanan osmosis rendah ke daerah dengan tekanan osmosis tinggi. Sel akan mengerut jika berada pada lingkungan yang mempunyai konsentrasi larutan lebih tinggi.
                    Hal ini terjadi karena air akan keluar meninggalkan sel secara osmosis. Sebaliknya jika sel berada pada lingkungan yang hipotonis (konsentrasi rendah) sel akan banyak menyerap air, karena air berosmosis dari lingkungan ke dalam sel. Jika sel-sel tersebut adalah sel tumbuhan, maka akan terjadi tekanan turgor apabila dalam lingkungan hipotonis. Sebaliknya jika sel tumbuhan beradapad lingkungan hipertonis, dapat mengalami plasmolisis yaitu terlepasnya sel dari dinding sel.
 












6.       Cara kerja

1)         Percobaan I

a.        Kupaslah kentang dan apel lalu potong-potong berbentuk dadu dengan ukuran 1 cm x 1 cm x 3 cm menjadi 9 potong kentang dan 9 potong apel.
b.        Ambil 3 potong apel dan 3 potong kentang lalu timbang dan catat berapa gram beratnya.
c.        Sementara itu buatlah larutan garam dengan melarutkan garam ke dalam air sebanyak 150 ml. dan juga larutan gula dengan cara yang sama.
d.        Rendam 3 potong apel dan 3 potong kentang tersebut ke dalam larutan garam yang telah di persiapkan dalam cawan petri dan biarkan selama 3 jam.
e.        Lakukan hal yang sama terhadap potongan yang lain kemudian rendam dengan jumlah potongan yang sama ke dalam larutan gula dan air biasa lalu biarkan selama 3 jam di cawan petri.
f.         Setelah 3 jam, angkat potongan kentang dan apel lalu keringkan larutan yang menempel dengan tisu kemudian timbang kembali potongan tersebut. Catat berapa gram beratnya dan bandingkan dengan pengukuran sebelum direndam.

2)       Percobaan II

Ø  Hilangkan isi kedua telur dengan cara bagian atas telur dibocorkan lalu membuang isinya.
Ø  Setelah itu isilah telur yang kosong dengan larutan garam kemudian masukkan kedalam gelas plastic yang telah diisi air, tetapi usahakan jangan sampai telur tenggelam dengan cara member gabus pada sisi kanan-kiri telur.
Ø  Lakukan hal yang sama dengan telur kedua yang diisi dengan air biasa lalu dimasukkan kedalam gelas plastic yang telah diisi larutan garam.
Ø  Biarkan selama 1 minggu kemudian amati kembali isi kedua telur tersebut.

3)       Percobaan III

·         Isilah botol bening dengan air sebanyak 250 ml.
·         Teteskan pewarna sebanyak 5 tetes ke dalam botol kemudian amati sampai pewarna tercampur merata dalam air dan catatlah waktu yang dibutuhkan sampai seluruh pewarna tercampur merata.
·         Ganti air dalam botol tersebut kemudian lakukan hal yang sama dengan jumlah tetesan sebanyak 10 tetes dan 15 tetes.


7.        Hasil pengamatan

Percobaan I

v  Setelah direndam dengan dengan larutan garam, kentang dan apel yang awalnya beratnya adalah 17,95 gram kemudian berubah menjadi 12,05 gram.
v  Setelah direndam dengan larutan gula, kentang dan apel yang awalnya beratnya 17,9 gram kemudian berubah menjadi 15,03 gram.
v  Setelah direndam dalam air biasa, kentang dan apel yang awalnya 18,5 gram kemudian berubah menjadi 19,05 gram.

Percobaan II

Ø  Pada telur yang berisi larutan garam yang direndam dalam air biasa ternyata kepekatan garam tersebut tetap/tidak mengalami perubahan.
Ø  Sedangkan telur yang berisi air biasa yang direndam dalam larutan garam cenderung dipengaruhi oleh larutan garam tersebut sehingga dalam air terdapat konsentrasi garam yang tinggi yang menyebabkan kepekatan air tersebut bertambah.








Percobaan III

*      Waktu yang diperlukan untuk mencampurkan 5 tetes pewarna kedalam 250 ml hingga tercampur merata adalah 30 detik.
*      Waktu yang diperlukan untuk mencampurkan 10 tetes pewarna kedalam 250 ml hingga tercampur merata adalah 75detik.
*      Waktu yang diperlukan untuk mencampurkan 15tetes pewarna kedalam 250 ml hingga tercampur merata adalah 105 detik.


Kesimpulan
Percobaan I
*      Kentang dan apel yang direndam dalam larutan garam dan gula mengalami osmosis dimana kandungan air dalm kentang dan apel lebih besar sehingga air cenderung keluar yang menyebabkan berat kentang dan apel berkurang(hipertonis).
*      Kentang dan apel yang direndam dalam air biasa juga mengalami osmosis dimana kandungan air yang ada di luar kentang dan apel lebih besar sehingga air cenderung masuk dan menyebabkan berat kentang dan apel bertambah(hipotonis).
Percobaan II
*      Air garam yang berada dalam telur tidak mengalami perubahan dikarenakan konsentrasi garam lebih tinggi dibandingkan konsentrasi air sehingga konsentrasi kandungan garam tidak terpengaruh.
*      Air biasa yang berada dalam telur mengalami peningkatan kadar garam dikarenakan konsentrasi garam yang ada diluar telur lebih besar sehingga konsentrasi garam tersebut meresap kedalam telur sehingga menyebabkan air biasa tersebut memiliki kadar garam(asin).

Percobaan III

Jumlah tetes pewarna yang diberikan kedalam air  berbanding lurus dengan waktu yang diperlukan agar pewarna tercampur merata. Maksudnya semakin banyak tetes pewarna yang diberikan maka makin lama pula waktu yang dibutuhkan agar pewarna tersebut tercampur merata.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jika ada pertanyaan atau sanggahan, teman-teman bisa mengisi kotak komentar ini. Mari budayakan berkomentar. Selain baik untuk blog sobat, baik juga untuk kesehatan kita :D