(Cerpen) Hari Yang Sial

Pagi ini aku terlambat bangun, sehingga membuatku melaksanakan salat subuh jam 06.15 pagi. Jam telah manunjukkan pukul 07.00 aku belum selesai sarapan, padahal hari ini adalah hari senin dan semua siswa harus mengikuti upacara bendera. Setelah semuanya siap aku lalu berangkat diantar oleh ayahku tetapi jam telah menunjukkan pukul 07.10 padahal jarak rumahku ke sekolah cukup jauh, butuh 10 menit paling cepat agar dapat sampai tetapi entah mengapa ayahku langsung berhenti di tengah jalan, ternyata ban motornya bocor, membuat perjalananku ke sekolah menjadi lebih lambat, tanpa fikir panjang aku langsung pamit dan menahan mobil mikorolet agar dapat memperkecil keterlambatanku.
SesAmpaiku di sekolah aku melihat sang merah putih telah berkibar, itu artinya bahwa aku sudah sangat terlambat. Untung saja ada yang menemaniku menerima hukuman, ditambah lagi aku yang tidak memakai topi. Setelah upacara selesai kami semua yang terlambat lalu dipanggil untuk menghadap dan diadili, kami lalu dihukum untuk membersihkan WC yang sangat kotor dan dianggap angker oleh teman-teman.
Hati kecilku lalu berkata “semua hal sial yang kualami hari ini cukup sampai disini, padahal aku tidak pernah terlambat seperti ini”. Setelah hukuman kami selesai, kami lalu kembali ke kelas dan siap untuk belajar. Tetapi entah mengapa kasialanku terus berlanjut, buku PR yang seharusnya dikumpul hari ini aku lupa untuk memasukkannya ke dalam tas, tetapi guruku yang satu ini tidak mau menerima alasan apapun, dia lalu berkata dengan penuh kemarahan
“saya tidak mau menerima alasan, cepat keluar dan berdiri di depan kelas”
Padahal aku yang dikenal rajin di kelas IX.1 ini jarang sekali mendapat hukuman seperti ini.
Bel istirahatpun berbunyi, aku dapat lebih tenang karena hukumanku telah selesai. Teman-temanku lalu memanggilku bermain sepak bola, tetapi kesialan masih ada padaku, setelah beberapa saat setelah kick-off aku langsung terjatuh karena di senggol oleh teman, seragamku lalu kotor dan kakiku terluka. Entah mengapa di hari itu sangat lain rasanya dibandingkan hari-hari yang kulalui sebelumnya. Karena aku jatuh dan seragamkunsangat kotor mengakibatkan aku tidaj nyaman lagi mangikuti pelajaran selanjutnya.
Bel pulangpun berbunyi, aku berkata kepada temanku yang selalu menemaniku pulang bersama yaitu Firman “ man mudah-mudahan kesilalanku cukup hanya di sekolah”…..”tetttttttt” entah mengapa perkataanku dipotong oleh suara kelakson mobil yang ada dibelakang kami aku lalu melanjutkan perkataanku kepada Firman dan bertanya “jadiji sebentar mujemputka’ toh?” firman lalu menjawab “insyaAllah”.
Sore hariya Firman lalu menjemputku untuk pergi ke JICL tempat bimbingan belajar kami, tetapi sialnya lagi aku bersama Firman karena terlambat, pelajaran telah di mulai untung saja kakak Pembina atau biasa disebut dengan tentor, baik hati dan langsung saja menyuruh kami berdua duduk.
Sepulang dari tempat bimbingan, kami berdua lalu pergi ke Warnet dekat sekolah untuk mengejakan tugas yang diberikan oleh guru kami. Di warnet telah ada ridawan dan jaffar yang telah lam mencari tugas juga, tetapi mereka berdua minta diantar pulang kepada Firman, tetapi Firman menyuruhku mengantar mereka berdua, kamipun terpaksa bonceng 3. Setelah mereka berdua sampai di tujuan denganku aku lalu kembali memutar motor Firman yang kupakai tersebut, entah mengapa aku uleng dan hampir menabrak orang yang sedang memperbaiki mobil truknya. Untung saja aku dapat menghindar, tetapi setelah menghindari orang tersebut aku lalu jatuh, dan untungnya lagi aku daot dimaafkan oleh orang yang hamper kutabrak tadi dan kerusakan motor Firman tidak terlalu parah. Akupun pulang kembali ke Warnet dan meminta maaf kepada Firman karena telah menjatuhkan motornya.
Aku berfikir, dari semua kesialan yang kualami hari ini mulai dari rumah sampai pulang kembali, mungkin inilah sejarah kesialan terbanyak dan terparah yang pernah kualami. Dan aku nerharap kejadian yang begini tidak akan terulang kembali.
***Selesai***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika ada pertanyaan atau sanggahan, teman-teman bisa mengisi kotak komentar ini. Mari budayakan berkomentar. Selain baik untuk blog sobat, baik juga untuk kesehatan kita :D